elangjatim.com
Jember– Pemerintah Kabupaten Jember menegaskan bahwa perayaan Malam Tahun Baru di wilayah Jember tidak akan diisi dengan pesta kembang api. Kebijakan ini disampaikan langsung oleh Bupati Jember, Gus Fawait, sebagai bentuk kepedulian sosial serta upaya menjaga nilai kebersamaan dan persatuan.
Sebagai gantinya, Malam Tahun Baru akan diisi dengan doa dan sholawat bersama, yang bertujuan memohon keselamatan, kedamaian, serta memperkuat persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Gus Fawait menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan wujud empati dan solidaritas Pemerintah Kabupaten Jember kepada saudara-saudara di Sumatera dan sejumlah wilayah lain yang saat ini tengah terdampak bencana. Menurutnya, perayaan Tahun Baru sebaiknya dimaknai dengan refleksi, doa, dan kepedulian terhadap sesama, bukan sekadar hiburan semata.
“Momentum pergantian tahun kita isi dengan doa bersama, memohon keselamatan dan keberkahan bagi seluruh masyarakat, sekaligus sebagai bentuk solidaritas kepada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” ujar Gus Fawait.
Pemerintah Kabupaten Jember mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban, keamanan, serta menjadikan peringatan Tahun Baru sebagai sarana memperkuat nilai spiritual, sosial, dan kebangsaan.
Dengan semangat Jember Baru, Jember Maju, Pemkab Jember berharap kebijakan ini dapat mempererat persatuan dan menumbuhkan rasa kepedulian antar sesama warga bangsa.(Abdurrahman)
