elangjatim.com
Jember – Dapur SPPG Sempusari 02 menggelar kegiatan Kajian Keislaman bertajuk “Menggapai Berkah Ramadhan 1447 H” yang dilaksanakan di Jalan Hayam Wuruk XIX Blok A No. 170, Kaliwates, Jember, pada momentum menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama, DR. KH. Mustain Billah M.Pd.I.,, yang menyampaikan tausiyah tentang pentingnya memperkuat keimanan, memperbanyak amal kebaikan, serta memaksimalkan ibadah di bulan Ramadhan sebagai momentum peningkatan kualitas diri dan kepedulian sosial.
Kajian ini turut dihadiri oleh mitra dari Yayasan Delapan Delapan Berkah atau owner Dapur Sppg sempusari 02 Yuli Indahwati, Kepala Dapur SPPG Sempusari 02 Virgiawan Artha Sumanda, serta para relawan Dapur Sempusari 02 dan relawan yayasan.
Kajian Keislaman bertema “Menggapai Berkah Ramadhan 1447 H”.
Diselenggarakan oleh Dapur SPPG Sempusari 02 dengan narasumber DR. KH. Mustain Billah M.Pd.I, dihadiri mitra Yayasan Delapan Delapan Berkah Bu Yuli Indahwati S.H., M.Kn., Kepala Dapur Virgiawan Artha Sumanda S.T., serta para relawan.
Dilaksanakan dalam rangka menyambut dan mengisi bulan suci Ramadhan 1447 H.
Jalan Hayam Wuruk XIX Blok A No. 170, Kaliwates, Jember.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keislaman, memperkuat ukhuwah, serta memotivasi relawan dan pengurus dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama bulan Ramadhan.
Acara berlangsung dengan penuh khidmat melalui penyampaian materi keislaman, sesi refleksi spiritual, serta doa bersama. Para peserta mengikuti kegiatan dengan antusias sebagai bentuk komitmen memperkuat nilai-nilai religius dalam setiap aktivitas sosial yang dijalankan.
Dalam sambutannya, Mitra dari Yayasan Delapan Delapan Berkah menyampaikan harapan agar Ramadhan tahun ini menjadi momentum peningkatan keberkahan, baik bagi para relawan maupun masyarakat yang menerima manfaat dari kegiatan sosial dapur.
Sementara itu, Kepala Dapur SPPG Sempusari 02 menegaskan bahwa kajian ini merupakan bagian dari komitmen pembinaan spiritual relawan, agar pelayanan sosial tidak hanya berorientasi pada kegiatan fisik, tetapi juga dilandasi niat ibadah dan keikhlasan.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama agar seluruh program Ramadhan berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi semua pihak.

